Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Apa Itu Sperma dan Bagaimana Bentuknya
Cara membedakan sperma subur dan tidak salah satunya dengan melihat kekentalan air mani. Seperti halnya wanita, pria juga memiliki masalah kesuburan. Salah satu masalah kesuburan pria terletak pada spermanya karena merupakan elemen penting dalam reproduksi manusia. Jika sperma tidak subur, proses pembuahan akan sulit terjadi yang menyebabkan pasangan tak kunjung hamil. Cara membedakan sperma yang subur atau tidak bisa dilihat dari kekentalan air mani, bentuk, jumlah, warna air mani, dan pergerakan sperma. Berikut ini 5 cara membedakan sperma yang subur atau tidak.
Tips Membedakan Sperma Subur dan Tidak
1. Kekentalan Air Mani

Air mani yang kental merupakan salah satu kemungkinan suburnya sel sperma. Sementara air mani yang encer lebih mungkin pertanda sel sperma yang tidak subur karena air maninya juga tidak lengket. Hal yang perlu digaris bawahi di sini bahwa air mani yang encer bukan patokan final yang menandakan sperma tidak subur. Namun, apabila air mani selalu encer, segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Jumlah Sperma
Cara membedakan sperma yang subur dan tidak selanjutnya adalah dengan melihat jumlah sel sperma yang terdapat pada air mani saat seorang pria ejakulasi. Jumlah sel sperma yang subur sejumlah 15 juta per milliliter air mani. Jumlah sel sperma yang dihasilkan dapat diketahui melalui tes kesuburan. Apabila hasil dari tes tersebut menunjukkan angka di bawah 15 juta maka sperma dianggap tidak subur.
3. Bentuk Sperma

Bentuk sperma yang subur memiliki bentuk kepala oval dan ekor yang panjang. Sebaliknya, sperma yang tidak subur terkadang memiliki kepala yang tidak oval dan ekor yang lebih pendek dibanding sperma subur. Untuk melihat bentuk sperma juga harus memeriksakan ke laboratorium sebab tidak bisa dilihat langsung oleh mata.
4. Memerhatikan Pergerakan Sperma
Pergerakan sperma biasa disebut juga dengan motilitas. Pergerakan sperma yang lincah merupakan tanda dari sperma yang subur. Sperma yang lincah akan melesat cepat mencapai sel telur untuk proses pembuahan. Sementara sperma yang buruk memiliki motilitas yang buruk pula. Untuk mengetahui pergerakan sperma, Anda harus memeriksa ke laboratorium juga karena tidak dapat dilihat dengan kasat mata.
5. Melihat Warna Air Mani

Warna air mani sperma yang subur adalah putih keabuan seperti ingus kental saat seorang pria ejakulasi. Sementara warna yang cenderung bening bisa dijadikan tanda sebaliknya. Meskipun bisa dilihat dengan kasat mata, untuk menentukan sperma subur atau tidak agar lebih akurat harus memeriksakan diri ke dokter spesialis andrologi.
Penyebab Sperma Tidak Subur
Proses pembentukan sperma bergantung pada tiga faktor yakni testis, hipotalamus, dan kelenjar pituitari di otak. Ketiga faktor tersebut harus dalam kondisi baik sehingga sperma yang dihasilkan juga sehat dan subur. Apabila salah satu dari ketiga tersebut mengalami masalah, maka sperma yang dihasilkan juga tidak akan subur. Selain itu, beberapa ahli juga mengemukakan bahwa penyebab sperma tidak subur bisa disebabkan oleh gangguan medis, pengaruh penggunaan obat-obatan, paparan zat kimia, gaya hidup, riwayat operasi organ reproduksi pria, serta suhu testis panas.
Mengetahui cara membedakan sperma subur dan tidak sehat merupakan hal yang perlu diketahui terutama bagi pasangan yang ingin memiliki buah hati. Hal tersebut bisa dijadikan acuan untuk proses reproduksi agar segera memiliki momongan. Nah, menjaga pola hidup sehat merupakan salah satu cara menjaga agar sperma tetap sehat dan subur sehingga proses pembuahan cepat terjadi. Untuk menjaga kesuburan sperma Anda harus makan makanan bergizi, olahraga teratur, menjaga suhu testis, membatasi minum yang memiliki kandungan alkohol dan kafein, dan mengonsumsi suplemen penyubur. Dengan begitu, sperma Anda tetap sehat dan semakin subur.
Sperma merupakan sel sistem reproduksi pria bagian dari air mani dan keluar saat mengalami ejakulasi serta hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Berbeda dengan sperma, air mani merupakan cairan berwarna putih dan bertekstur kental yang dikeluarkan oleh penis. Sperma yang terkandung dalam air mani berfungsi membuahi sel telur (ovum), yang kemudian membentuk zigot, dan selanjutnya akan menjadi janin. Sebelum menjadi sel sperma dan bisa membuahi sel telur, sperma butuh waktu yang cukup lama untuk diproduksi oleh testis.
Proses pembentukan sel sperma tersebut disebut dengan spermatogenesis. Proses Pembentukan Sel Sperma Spermatogenesis merupakan proses pembentukan dan pematangan sel sperma di dalam testis. Proses ini dimulai sejak seorang pria mengalami pubertas dan akan terjadi secara terus-menerus seumur hidup. Alat reproduksi pada pria terdiri dari testis (buah zakar), sistem saluran epididimis dan vas deferens (saluran sperma), vesikula seminalis (kelenjar aksesori), kelenjar prostat, dan penis. Mengutip dari laman Kidshealth, seorang pria yang telah mengalami pubertas akan menghasilkan jutaan sel sperma setiap hari. Ukuran sel sperma hanya 1/600 inci (0,05 milimeter). Proses pembentukan sel sperma dimulai dari sebuah sistem tabung kecil di testis yang disebut dengan tubulus seminiferus.
Tabung ini menampung sel germinal yang disebabkan oleh hormon testoteron dan hormon lainnya, untuk diubah menjadi sel sperma. Sel germinal tersebut membelah dan berubah menyerupai berudu dengan kepala dan ekor pendek. Kemudian, ekor mendorong sperma ke dalam tabung di belakang testis yang disebut dengan epididimis. Epididimis berfungsi untuk menyimpan sperma. Sperma melakukan perjalanan melalui epididimis selama 4-6 minggu untuk menyempurnakan perkembangannya. Setelah melewati epididimis, sperma bergerak ke vas deferens untuk bercampur dengan air mani. Apabila seorang pria terangsang untuk melakukan aktivitas seksual, sperma akan tercampur dengan cairan keputihan yang diproduksi oleh vesikula seminalis dan kelenjar prostat yaitu air mani. Hasil dari rangsangan tersebut, air mani yang mengandung 500 juta sperma akan didorong keluar dari penis (diejakulasi) melalui uretra.
Namun, hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur hingga berkembang menjadi janin di dalam rahim. Setelah satu jam ejakulasi, setidaknya 32 persen sperma akan mati. Namun, sperma dapat hidup dan bertahan di dalam tubuh wanita hingga 5 hari. Bagaimana Rasa Sperma? Seperti dikutip dari Medical News Today, ternyata air mani merupakan gabungan dari beberapa cairan. Masing-masing cairan tersebut akan menambahkan bahan kimia yang berbeda dan dapat mempengaruhi rasa sperma. Prosesnya bermula di epididimis, tempat pematangan sel sperma.
Untuk membuat cairan semen, sperma melewati vas deferens dan masuk ke ampula untuk disimpan. Ampula ini menghasilkan ergothioneine, antioksidan yang biasanya berkembang di jamur. Hal ini mungkin dapat membuat sperma terasa seperti daging yang mirip dengan jamur mentah. Selain itu, ampula juga menambahkan fruktosa, sejenis gula yang membantu menyuburkan sperma dan memberi rasa sedikit manis pada air mani. Ketika seorang pria ejakulasi, tubuh akan menambah cairan dari kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Sebagian besar cairan berasal dari vasikula seminalis yang menambahkan beberapa jenis bahan kimia di antaranya: - Asam amino - Asam Sitrat - Fosfor - Kalium Kemudian, kelenjar prostat tak hanya menambahkan asam sitrat, namun juga menambahkan bahan kimia lain seperti: - Seng - Kalsium - Sodium - Kalium - Berbagai enzim Hal tersebut menyebabkan rasa sperma setiap orang dapat berbeda-beda. Mayoritas orang menggambarkan rasa sperma sebagai kombinasi dari: - Pahit atau asin karena sifatnya basa - Manis karena terdapat kandungan gula - Logam karena mengandung mineral dan vitamin Semen sebagian besar adalah air yang dapat mencairkan bau. Beberapa orang tidak memperhatikan bau sama sekali. Ketika seseorang menelan air mani, mungkin akan menggambarkan bau musky, asin, dengan sedikit logam. Ketika air mani bergabung dengan vagina yang sangat asam, bau dan rasanya bisa berubah. Namun, ketika mendapati bau amis setelah berhubungan intim, mungkin merupakan tanda infeksi pada vagina yang disebut dengan vaginosis bakteri. Terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi rasa sperma yakni kondisi kesehatan seorang pria. Pria dengan penyakit diabetes mungkin akan menambahkan kandungan gula ke dalam air maninya. Hal ini dapat menyebabkan rasa dan baunya menjadi lebih manis. Kemudian, apabila seorang pria mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dapat mengubah komposisi dan rasa air mani. Begitu juga bagi pria perokok, terdapat penelitian bahwa merkokok dapat mengubah komposisi dan menurunkan kualitas air mani sehingga dapat mengubah rasanya. Ciri-Ciri Sperma yang Sehat Mengutip dari Morulaivf, berikut merupakan ciri-ciri sperma yang sehat dan subur: - Sperma yang bertekstur kental - Jumlah sperma lebih dari 15 juta per mililiter air mani - Kepala sperma berbentuk oval dengan ekor yang panjang - Sperma bergerak lincah dan dapat melesat cepat - Air mani sperma berwarna putih keabuan seperti ingus kental
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...